DIKLATPIM IV MAGELANG ANGKATAN 106 : SEBUAH KILAS BALIK

Foto Diklat 3

 

Akhirnya selesai juga diklat kepemimpinan tingkat IV yang kuikuti selama enam minggu ini. Ada perasaan berat juga meninggalkan diklatpim yang diadakan di kota Magelang ini. Ya, walaupun cukup melelahkan mengikuti diklatpim ini namun diklat ini telah memberikan warna baru dalam hidupku. Banyak hal yang kupelajari dari diklat ini. Banyak hikmah yang  saya dapat selama mengikuti diklat yang dulu bernama Adum ini.

Ketika hari Jum’at tanggal 28 Maret 2008 mendadak saya mendapatkan telpon dari bagian kepegawaian Kantor Pusat bahwa saya harus mengikuti diklat pada hari Seninnya tanggal 31 Maret 2008, perasaan saya agak bingung dan cemas. Diklat macam apa ini. Apa yang yang akan dialami nanti selama diklat. Pertanyaan-pertanyaan ini muncul di benak sambil mempersiapkan kelengkapan-kelengkapan yang harus di bawa. Keberadaan saya di Jakarta yang tinggal di kamar kost serta rumah yang di Pekalongan membuat saya harus mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Sebagian kelengkapan harus saya bawa dari Jakarta, sebagaian lagi harus diambil di Pekalongan.

Kerugian pertama yang harus saya dapatkan akibat diklat ini adalah berkurangnya waktu dengan keluarga. Hari minggu pagi tanggal 30 Maret 2008 saya harus berangkat ke Magelang. Padahal biasanya saya kembali pada minggu sore ba’da maghrib. Ketika mendapatkan jadwal diklatpun saya harus mengernyitkan dahi karena hari Sabtu yang biasanya libur ternyata masuk. Jadi, waktu akhir pekan bersama keluargapun harus dikurangi. Bahkan ketika sibuk mengerjakan tugas, sayapun harus tinggal di Magelang.

Tiga hari pertama diklat diisi dengan kegiatan outbound yang berlokasi di lereng Gunung Merbabu, tepatnya di daerah Kopeng Salatiga. Kegiatan outbound ini diisi dengan berbagai permainan. Dengan berbagai permainan tersebut akhirnya kami, peserta Diklatpim IV dari berbagai pelosok Nusantara ini, saling mengenal. Kegiatan masak memasakpun menjadi ajang untuk saling mengenal ini. Kami yang tadinya pesimis bisa memasak, karena semua bapak-bapak, ternyata bisa memasak berbagai macam makanan. Di kelompok saya untungnya ada seorang yang ternyata berbakat mengolah bahan makanan menjadi masakan yang lumayan enak. Kami yang tidak terbiasa masakpun bisa percaya diri dalam urusan masak memasak walau kelihatan gamang untuk sekedar membuat telor ceplok.

Dari kegiatan ngobrol di tengah malam Kopeng yan dingin, akhirnya kami tahu asal muasal semua peserta diklat ini. Dilihat dari instansinya, peserta diklat berasal dari hampir semua unit di lingkungan Departemen Keuangan. Ada yang dari Direktorat Jenderal Pajak, seperti saya, ada yang berasal dari Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, BAPEPAM-LK, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan dan peserta yang paling banyak berasal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Dilihat dari asal daerah, pesertanyapun sangat beragam. Ada yang dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, bahkan ada yang dari Papua. Ada yang berasal dari kota besar, ada juga yang dari kota kecil yang mungkin tak ada di peta. Paling barat diwakili oleh Lhoksumawe dan Banda Aceh. Paling timur diwakili oleh Nabire dan Timika. Ada juga yang berasal dari daerah yang baru saya kenal yaitu Sintete, Watampone dan Bajoe. Rata-rata mereka adalah pejabat eselon IV di daerah-daerah tersebut.

Dari mereka saya bisa mendapat cerita tentang pengalaman-pengalaman kerja yang unik, terutama di daerah pelosok. Rata-rata mereka tinggal sendiri sementara keluarga mereka ada didaerah lain, terutama di Jawa. Ada temen dari daerah Sijunjung Sumatera Barat yang bingung menghabiskan waktu akhir pekan jauh dari keluarga. Ada cerita tentang bagaimana kualitas SDM di daerah-daerah pelosok yang memprihatinkan. Salah satu temen di Nabire malah kebingungan dengan minimnya anak buah di mana dia sebagai Kepala Kantor hanya ditemani oleh dua orang tenaga pelaksana. Soal pekerjaan, sayapun mendapat pencerahan tentang pekerjaan temen-temen diklat ini. Ternyata memang luas bidang pekerjaan Departemen Keuangan ini. Saya jadi faham tugas-tugas teman-teman di Bea Cukai, KPPN, BAPEPAM, Anggaran dan DJKN. Sayapun memahami bahwa semua pekerjaan mereka sangat penting. Tugas DJP untuk mengumpulkan uang pajak hanyalah sebagian tugas Departemen Keuangan.

Sepulang dari outbound, kami langsung menghadapi kegiatan-kegiatan pembelajaran di kelas. Kegiatan kami dimulai pada Pukul 05.15 pagi berupa senam pagi atau jalan sehat. Kegiatan selesai biasanya pukul 16.15 sore. Kadang-kadang malam hari juga ada kegiatan belajar di kelas. Dosen, atau Fasilitator berasal baik dari lingkungan internal Pusdiklat Pegawai maupun dari eksternal seperti dari Pusdiklat Depdagri, UGM dan UNY Jogjakarta. Kalau dipilih fasilitator favorit mungkin jatuhnya kepada Bu Lena dari UGM. Di samping gaya membawakan materi yang menarik dan tidak membosankan, penampilan ibu ini pun terbilang menarik di usianya yang setengah abad. Materi yang dibawakannya adalah Kecerdasan Emosional. Kalau dari lingkungan internal, fasilitator yang bagus menurut saya adalah Bu Tiwi dan Pak Casuri. Bahasa mereka jelas dan fokus kepada materi. Pembawaannyapun cukup santun dan menghormati peserta.

Kegiatan pembelajaran yang cukup menyita waktu adalah pengerjaan tugas-tugas. Ada tugas baca, kertas kerja kelompok (KKK), kertas kerja perorangan (KKP) dan kertas kerja observasi lapangan (KKOL). Untuk mengerkakan ini bisanya kami biasa mengerjakannya sampai larut malam terutama jika besoknya harus diseminarkan. Khusus KKOL, kami mengerjakannya setelah melakukan observasi lapangan di Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang. Dengan mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama ini kami jadi tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota kelompok. Kamipun bisa menilai siapa dari anggota kelompok yang mempunyai kontribusi besar terhadap kelompok. Nah, ketika polling dilakukan, akan terlihat 10 besar orang-orang terbaik menurut pilihan peserta.

Setelah semua tugas-tugas itu berlalu, kami langsung dihadapkan pada ujian. Ada dua jenis ujian yaitu ujian internal di mana soalnya berasal dari Pusdiklat Pegawai Magelang ini dan soal dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Soal internal terdiri dari dua jenis yaitu soal pilihan berganda dengan alokasi waktu satu jam dan soal kasus dengan alokasi waktu tiga jam. Soal LAN pada hari berikutnya terdiri dari soal essay berdurasi tiga jam dan soal kasus yang berdurasi tiga jam. Persiapan untuk ujian ini sangat minim mengingat modul yang bertumpuk sementara persiapannya hanya setengah hari dan tidak ada hari tenang. Jadi, belajarnyapun hanya sekilas saja. Apalagi bagi saya yang tidak bisa sistem kebut semalam, praktis persiapan ujiannya hanya sebentar saja. Sekitar jam 9 atau jam 10 malam biasanya saya sudah ngantuk. Kalau sudah ngantuk begini, ya saya harus tidur walaupun banyak buku belum dibaca.

Setelah ujian selesai, kami juga harus merevisi tugas-tugas dan harus dikumpulkan semua sehari sebelum acara penutupan. Namun di sela-sela acara revisi tugas-tugas ini, sebagian dari kami sempat melakukan acara arung jeram di Kali Elo Magelang. Dengan iuran sebesar Rp115.000,- kami bisa berarung jeram ria selama kurang lebih dua jam melampiaskan penat selama sebulan lebih. Bapak-bapak yang berusia mulai 20 an sampai 50 an ini bisa berteriak-teriak dan bermain air di Kali Elo ini. Persis seperti anak-anak kampung yang bermain di pinggir Kali Elo. Bedanya anak-anak itu bermain gratis, kami, bapak-bapak ini, bermain dengan membayar. He..he..he..

Acara penutupan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 10 Mei 2008. Acara ini didahului dengan kegiatan evaluasi atas penyelenggaraan diklat ini. Fihak penyelenggara yang diwakili oleh Pak Alwan dan Bu Febta meminta kami untuk memberi kritik dan masukan-masukan untuk perbaikan penyelenggaraan diklat berikutnya. Temen-temen peserta diklat menyoroti banyak hal. Ada yang mengeluh soal makanan, kamar, dan air. Ada juga yang mengeluhkan banyaknya virus di lab komputer. Peserta lain mengeluhkan tidak adanya hari tenang untuk belajar dan ada juga yang mempertanyakan kenapa setiap keluar asrama diharuskan menggunakan kartu ijin keluar. Namun bagi saya, secara keseluruhan penyelenggaran diklat ini sangat profesional. Tak ada kesan menghambur-hamburkan anggaran. Acara pembukaan dan penutupanpun betul-betul sederhana jauh dari kesan seremonial yang mubazir. Praktek gratifikasi kepada penyelenggarapun diharamkan apalagi sampai jual beli nilai. Penyelenggara sudah mewanti-wanti ini di acara pembukaan. Praktek plagiatisme pun sangat dilarang. Dan ini menjadi hal yang ditekankan untuk mengerjakan tugas-tugas.

Akhirnya acara penutupan pun tiba pada sekitar pukul 9 pagi. Acara penutupan dibuka dengan sambutan dari bapak Alwan selaku penyelenggara yang dilanjutkan sambutan dari Pak Eduard Ehmon selaku ketua kelas kami. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan executive summary oleh salah satu peserta diklat yaitu Bapak Johny Manthong. Nah, acara yang paling lama adalah sambutan dari Bapak Tony sebagai Kepala Pusdiklat Pegawai Departemen Keuangan. Beliau juga sekaligus mengumumkan bahwa kami semua lulus serta membacakan sepuluh orang yang menduduki rangking teratas dalam perolehan nilai. Kejutan terjadi di sini. Saya ternyata menduduki rangking enam. Padahal saya merasa biasa-biasa saja. Mengerjakan tugas  hanya sekedar memenuhi saja. Keaktifan di kelas juga biasa saja. Mengajukan pertanyaan seperlunya saja. Persiapan ujianpun hanya sekedarnya saja tidak memaksakan diri untuk belajar sampai larut malam. Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh Bapak Zainal dari Banda Aceh.dan pemberian ucapan selamat oleh penyelenggara dan Bapak Tony kepada kami. Saat itu waktu menunjukkan sekitar Pukul 10.15 pagi.

Selepas acara penutupan, masing-masing kami berkonsentrasi untuk pulang ke daerah masing-masing. Saat itu kami tidak sempat saling bercerita dan berbagi pengalaman lagi. Yang ada dalam benakkmai hanya keluarga yang sudah menunggu di rumah setelah ditingkalkan selama berminggu-minggu. Sayapun meninggalkan Pusdiklat Magelang sekitar pukul setengah dua belas siang.

Selamat tinggal Pusdiklat Pegawai. Selamat tinggal Magelang. Selamat tinggal Diklatpim IV angkatan 106. Kebersamaan kita memang berakhir tapi persaudaraan kita tiada berakhir.

 

Foto Diklat 1

 

Diklatpim IV yang melelahkan.

Mulai akhir bulan Maret lalu saya diberi kesempatan untuk mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di Pusdiklat Pegawai Magelang. Pemanggilannya sangat mendadak. Jum’at siang diberitahu dan hari Seninnya sudah harus masuk Diklat. Akhirnya selama setengah hari itu saya kalang kabut mempersiapkan apa-apa yang harus dibawa baik urusan administrasi maupun urusan perlengkapan. Ditambah lagi, akhir maret adalah hari yang sibuk terkait penerimaan SPT.

Setelah mampir di rumah Pekalongan, akhirnya hari minggu pagi saya berangkat ke Magelang. Saya berangkat pagi-pagi karena saya belum tahu kota Magelang. Minggu sore akhirnya sampai juga di pusdiklat pegawai Magelang. Hari itu lumayan juga bisa istirahat sambil membayangkan besok paginya.

Nah, mulai senin tersebut ternyata kegiatan diklat tersebut benar-benar menyita waktu. Mulai dari outbond di Kopeng, tugas baca, kertas kerja kelompok dan kertas kerja perorangan. Hari sabtu harus masuk, sementara malam hari disibukkan dengan pengerjaan tugas-tugas dan kegiatan di kelas. Hari ini alhamdulillah, tugas perorangan sudah selesai. Tinggal observasi lapangan minggu depan dan ujian minggu berikutnya.

Sebenarnya banyak pengalaman, pengetahuan dan hikmah berharga yang saya dapat dari diklat ini. Mungkin di waktu senggang nanti pengalaman tersebut akan saya tuangkan diblog ini.

Mendapatkan Dollar Dari Program PTC

Porgram PTC (singkatan dari Paid to Click) adalah suatu program di internet yang memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mendapatkan uang dengan cara mengklik iklan yang ditayangkan oleh situs penyelenggara program PTC ini. Jadi, uang yang didapat oleh yang mengklik (anggota program PTC) sebenarnya berasal dari pemasang iklan yang mengharapkan situsnya dikunjungi atau diklik orang.

Nilai Dollar Per Klik

Berapa nilai uang sekali klik? Biasanya satu kali klik iklan dihargai antara $0.0025 sampai dengan $0.03. Besarnya nilai imbalan klik ini biasanya juga berbanding lurus dengan lamanya iklan yang harus kita lihat sebelum iklannya kita tutup. Iklan yang berdurasi 10 detik tentu saja lebih murah daripada iklan yang berdurasi 30 detik. Rata-rata iklan yang berdurasi 30 detik bernilai $0.01. Kalau kita kurskan dengan Rp10.000 per $1, maka nilainya sekitar Rp100.

Potensi Penghasilan

Nah, setiap harinya penyelenggara program PTC ini akan menayangkan beberapa iklan. Jumlahnya bervariasi di antara berbagai program. Kisarannya antara 1 sampai dengan 20 iklan. Dari sini kita bisa membayangkan berapa penghasilan yang kita peroleh per harinya dari program ini. Katakanlah sehari kita mengklik 10 iklan dengan nilai $0.01, maka penghasilan kita sekitar $0.1 saja atau sekitar Rp1.000,-. Namun demikian, biasanya program-program PTC juga akan memberikan tambahan imbalan jika orang yang ikut program ini berdasarkan referensi kita mengklik iklan juga. Jadi misalnya ada lima orang
yang ikut program PTC lewat kita dan seharinya mengklik 10 iklan serta imbalan yang kita peroleh adalah sebesar $0.01 juga, maka tambahan penghasilan per hari yang kita terima adalah 5 x 10 x $0.01 atau $0.5. Jadi, semakin banyak referral, semakin banyak pula penghasilan kita.

Upaya lain yang bisa kita lakukan untuk menambah penghasilan adalah dengan mengikuti sebanyak mungkin program PTC. Namun hati-hati, kita harus selektif juga memilih program-program tersebut. Pilihlan program-program PTC yang sudah jelas, bukan program-program scam alias bohong-bohongan. Untuk itu kita perlu mencari informasi sedalam-dalamnya tentang masing-masing program PTC tersebut.

Upgrade Keanggotaan or Beli Referral

Kalau kita yakin, kita bisa mengeluarkan uang untuk mengupgrade keanggotaan kita menjadi premium di mana biasanya anggota premium ini memiliki kelebihan-kelebihan tertentu misalnya iklan yang tayang lebih banyak atau nilai klik yang lebih besar. Kita juga bisa membeli referral kepada penyelenggara program apabila kita sulit mencari referral sendiri. Dari mana datangnya referaal ini? Yaitu dari anggota yang mendaftar tanpa melalui referensi orang lain. Orang-orang yang tanpa referensi ini nantinya akan dijadikan referral seseorang yang berani membyar untuk itu. Jumlah yang kita bayar biasanya tergantung pada banyaknya referral yang akan kita peroleh.

Cara Pembayaran

Bagaimana cara pembayarannya? Nah, bagian ini yang agak sulit. Di internet (terutama untuk transasksi internasional) ada beberapa payment processor yang sering digunakan yaitu Paypal, eGold dan  Alertpay. Biasanya program-program PTC membayarkannya melalui payment processor tersebut walaupun ada juga yang membayarkan lewat chek. Nah, tentu saja untuk mengikuti program-program PTC tersebut kita harus memilki rekening di situs payment processor tersebut. Yang paling mudah prosesnya adalah e-Gold dan Alertpay. Sementara Paypal biasanya mensyaratkan kartu kredit untuk meverifikasi akunnya.

Minimum Payment

Untuk mendapatkan pembayaran biasanya program PTC mensyaratkan adanya minimum payment atau minimum payout yaitu jumlah minimal apabila kita akan mencairkan komisi kita. Jumlahnya bervariasi di antara masing-masing program PTC tetapi rata-rata sekitar $10. Apabila bonus kita sudah mencapai minimum payment, maka kita bisa menguangkannya melalui payment processor seperti Paypal, Alertpay atau e-Gold.

Saya sendiri baru sekitar satu minggu ini mengikuti beberapa program PTC ini dan belum bisa bercerita banyak tentang perolehan dan pembayarannya. Untuk mendapatkan informasi tentang hal tersebut sebaiknya kunjungi blog orang-orang yang sudah membuktikannya dan sudah lama melakukan ini misalnya blognya mas Cosa.
Program-program yang saya ikuti sekarang ini adalah (referral link) :

Bux.to 
PaidClicks 
Daily Clicks 
Advercash 
Clix4coins 
Clixmania 
Adverbux 
Clixsense 
Velocity Clicks

 

 

 

 

Menuju Kebebasan Finansial

Istilah kebebasan finansial sekarang ini telah begitu familiar di telinga kebanyakan orang. Ia menjadi suatu inspirasi banyak orang untuk mencapainya. Buku-buku yang sarat dengan kata-kata ini juga menjadi begitu laris. Apalagi dengan dibumbui kata-kata “cara mudah”. Maka semakin larislah buku-buku tersebut. Kata-kata ini menjadi magnet untuk menarik orang mengikuti seminar-seminar tentang investasi, cara cepat menjadi kaya, kiat menjadi usahawan sukses dan lain-lain. Kata-kata ini juga bisa digunakan oleh orang-orang untuk menggelar dagangan investasi bodong yang menjajnjikan return yang tak masuk akal serta program money game dan arisan berantai yang menjual harapan kosong dengan harga mahal.

Saya menulis masalah kebebasan finansial ini bukan berarti saya sudah bebas secara finansial. Jauh sekali rasanya menuju arah ini. Saya hanya menuliskan pemikiran saya berdasarkan buku-buku yang pernah saya baca serta pengalaman hidup saya dan orang-orang di sekeliling saya.. Jadi kalau Anda mengharapkan tulisan tentang pengalaman hidup saya, sebaiknya Anda tidak melanjutkan membaca tulisan ini.Istilah kebebasan finansial sendiri, berdasarkan buku-buku yang saya baca (maaf, saya gak bisa menunjukkannya karena sudah lupa), adalah keadaan di mana Anda bisa membiayai hidup Anda dan keluarga dari penghasilan pasif tanpa harus bekerja. Penghasilan pasif diperoleh pada umumnya kalau Anda memiliki asset-aset yang memberikan penghasilan tersebut. Misalnya berupa dividen dari saham-saham yang anda miliki. Bunga dari deposito atau obligasi. Sewa dari property yang Anda miliki. Bisa juga dari royalty atas karya-karya intelektual Anda.

Nah, kayaknya susah memang untuk mendapatklan kebebasan finansial karena Anda harus mengumpulkan asset-aset terlebih dahulu. Namun bagi kita di Indonesia, sebenarnya ada cara mudah untuk mendapatkannya terutama bagi pejabat-pejabat pemerintahan dan pelaku-pelaku politik yaitu dengan korupsi (ups. bercanda ding). Tentu saja asalkan hasil korupsi Anda nantinya bisa membayar pengacara hebat untuk membolak-balik kata-kata hukum. Kalaupun Anda dipenjara, hasil korupsi bisa untuk membeli segala fasilitas hidup yang Anda butuhkan, termasuk jalan-jalan ke luar penjara. J

Tapi yang saya bahas di sini adalah cara susah lho karena saya yakin, cara mudahnya sudah tidak akan berlaku lagi di masa depan. Amin. Nah, secara singkat, langkah-langkah menuju kebebasan finansial bisa saya gambarkan sebagai berikut.

Pertama, Anda harus punya penghasilan. Ya iya lah. Intinya kan penghasilan ini. Bagaimana bisa bebas finansial kalau gak punya penghasilan. Banyak cara untuk mendapatkan penghasilan. Bekerja ada cara yang paling umum. Anda juga bisa membuka usaha atau memberikan jasa keahlian Anda.

Kedua, ciptakanlah cash flow positif. Artinya pengeluaran Anda harus harus lebih kecil dari penghasilan Anda. Dua cara yang bisa ditempuh adalah tingkatkan penghasilan Anda atau menurunkan pengeluaran Anda.

Ketiga, selalu kontrol pengeluaran Anda. Kuncinya adalah kata “kebutuhan dan keinginan”. Selalu buat prioritas pengeluaran Anda. Jangan berbelanja karena alasan gengsi atau malu. Fokuskan pada kebutuhan Anda. Jangan meningkatkan pengeluaran sebanding dengan peningkatan penghasilan. Lakukanlah di bawah itu.

Keempat, sisihkan untuk menabung dan investasi. Pelajarilah cara-cara investasi baik property, reksadana, saham, emas dan lain-lain. Kelola risiko investasi dan hidup Anda. Pertimbangkan asuransi.

Nah, apabila asset-aset Anda sudah mencukupi, maka asset-aset Anda akan memberikan penghasilan pasif. Lama proses ini bisa bervariasi. Ada yang cepat ada juga yang lambat tergantung Anda mengelola penghasilan dan pengeluaran Anda. Target minimal sebaiknya ketika Anda pensiun Anda sudah tidak tergantung lagi pada pekerjaan Anda. Nah, selamat mencoba.

 

Bonus Bulan Pertama Dynasis

Setelah sebulan ikut program Dynasis sejak awal Desember lalu, akhirnya saya mendapatkan SMS dari Dynasis pada tanggal 5 Januari 2008 lalu dengan memberitahunan jumlah bonus bulan pertama saya ikut Dynasis. Berapa jumlah bonusnya? He..he..he… Jangan ditanya. Pasti jumlahnya kecil, wong baru sebulan kok. Jumlahnya hanya Rp1.803. Uang receh yang untuk naik Metromini saja tidak cukup.Tapi jumlah ini cukup bagus untuk bulan pertama. Lihatlah ilustrasi tabel dari brosur Dynasis yang pada bulan pertama hanya mendapatkan 180 perak saja.

Hikmah yang saya dapatkan setelah coba-coba ikut bisnis ini adalah ternyata memang bisnis ini nyata dan menguntungkan. Setelah saya coba deposit dan isi pulsa hampir Rp200.000 bulan Desember dan ternyata memang benar begitu juga bonusnya ternyata memang benar dibayarkan sebagai tambahan deposit kita. Kalau jumlahnya besar bonuspun bisa diuangkan. Silahkan lihat blog Dynasis ini. Di situ biasanya dibuka data-data penerima bonus yang besar-besar.

Adapun jumlah bonus tergantung kepada usaha kita untuk memperkenalkan Dynasis ini pada orang lain. Ikutan Dynasis juga tak ada ruginya. Toh tak ada biaya pendaftaran. Beli pulsa? Toh enggak ikutan Dynasis ini juga saya harus isi pulsa tiap bulannya. Harga pulsapun bisa lebih miring daripada kita beli biasa. Jadi hitung-hitung cari income tambahan saja tanpa keluar biaya. Cukup cari beberapa member, berikan penjelasan dan biarkan mereka mencari member baru.Jika

Anda tertarik ikutan Dynasis ini, silahkan download brosurnya di sini dan buku manual Dynasis di sini.Untuk mendaftar melalui saya, silahkan kirim SMS kepada nomor HP saya di 08161186405 dengan format sbb :

Reg.Nomor HP Anda.Nama Anda.Nama Bank Anda.Nomor Rekening Bank Anda

Anda juga bisa mengirimkan SMS tersebut ke nomor 08156580151 atau 08156920829

Liburan Bersama Laskar Pelangi

Libur enam hari mulai Kamis mingu lalu sampai Selasa ini saya gunakan untuk keluarga. Sebagai orang yang bertemu keluarga hanya setiap Sabtu dan Minggu, liburan panjang ini saya rasakan sangat bermanfaat. Canda tawa bersama anak istri menjadi hiburan yang sangat menyenangkan. Hari-hari libur itu kebanyakan saya gunakan untuk menemani anak anak main game, makan berdama, menemani belajar, jalan-jalan  atau rekreasi ke pantai.

Namun di sela-sela waktu itu, saya juga menyempatkan diri membaca Novel nya Andrea Hirata yang pertama dari empat tetraloginya yaitu Laskar Pelangi. Saya yakin banyak orang sudah membaca buku ini. Dan saya tertarik membeli buku ini karena hal itu. Buku ini menjadi buku laris yang sudah banyak orang mengulasnya. Dan sayapun menjadi tertarik karenanya.

Buku ini memang buku yang menarik untuk dibaca dan memberikan inspirasi tersendiri bagi pembacanya untuk selalu memperjuangkan nasib. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini terutama tentang pentingnya perjuangan dan usaha keras untuk mengubah nasib.

Buku ini sebagian besar bercerita tentang perjalanan masa kecil penulisnya bersama teman-teman sekolahnya. Mereka menamakan diri kelompok Laskar Pelangi. Dengan bimbingan seorang guru yang berdedikasi tinggi, angggota kelompok ini bisa memiliki mimpi untuk keluar dari kubang kemiskinan dan kebodohan.

Namun demikian, tidak semua cerita berakhir happy ending. Cerita tragis dan memilukan dialami oleh dua orang anggota laskar pelangi. Lintang, si super genius, akhirnya hanya menjadi seorang kuli. Sementara Trapani mengalami kelainan psikologis berupa ketergantungan yang sangat akut kepada ibunya sehingga harus dirawat khusus di rumah sakit jiwa. Penulisnya sendiri sukses menempuh pendidikan di Inggris dan Perancis dengan memperoleh bea siswa.

Selain ceritanya yang menarik dan inspiratif, novel ini juga memberikan getaran tersendiri dalam jiwa saya. Kisah anggota Laskar Pelangi ini adalah kisah keseharian banyak anak Indonesia yang lahir dan besar dalam kemiskinan di era tahun tujuhpuluhan dan delapanpuluhan. Dan saya termasuk di dalamnya. Kemiskinan ini sangat ironi karena pada saat itu Indonesia masih menjadi negara penghasil minyak dunia. Entahlah uang dari harga minyak yang tinggi kala itu itu lari ke mana.

Saya merasakan sendiri bagaimana sulitnya orang untuk keluar dari kemiskinan karena waktu dan tenaga hanya digunakan untuk sekedar mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pendidikan adalah barang mahal sehingga mereka dengan sukarela atau terpaksa harus berhenti sekolah. Padahal pendidikan adalah cara untuk keluar dari lubang kemiskinan itu. Tanpa pendidikan, kemiskinan hanya akan melahirkan kemiskinan baru.

Kisah Lintang yang sangat jenius membuktikan hal itu. Kemiskinan telah memaksanya untuk berhenti sekolah. Dia tepaksa harus menggantikan Bapaknya yang meninggal sebagai pencari nafkah di usia yang sangat muda. Kisah ini memiliki titik-titik persamaan dengan perjalanan kisah hidup saya walaupun saya tidak sepintar Lintang dan keluarga saya tidak semiskin keluarga Lintang. Ya, saya masih beruntung bisa mnyelesaikan SMA dengan gaji seorang pegawai pos rendahan. Sementara selepas SMA saya beruntung bisa kuliah dengan gratis. Entahlah kalau Bapak saya meinggal seperti kisahnya Lintang, sayapun tak akan bisa sekolah  karena saya juga harus berperan sebagai pengganti orangtua mencari nafkah untuk Ibu dan lima adik saya.

Saat itu saya juga menyaksikan bagaimana orang-orang miskin yang berpotensi tidak dapat melanjutkan kuliahnya. Mereka tak seberuntung saya karena orangtuanya hanya pedagang kecil atau buruh tani. Teman saya paling pintar waktu SD pada akhirnya hanya menjadi tukang reparasi radio tape di kampung. Padahal saya tahu dia sangat berbakat dalam bidang teknik dan seni rupa.

Ketika selesai membaca Laskar Pelangi, saya tatap lekat wajah ceria anak-anakku Hisyam dan Hilmy. Semoga mereka tidak merasakan pahitnya hidup menjadi orang miskin. Semoga jiwa mereka bebas lepas mencari sumber-sumber ilmu tanpa dihimpit bayang-bayang kemiskinan dan kemelaratan. Semoga biaya pendidikan yang mahal di istana-istana ilmu milik negara yang hebat di negeri ini tidak menghambat mereka untuk memasukinya. Semoga.

Cara Menghasilkan Uang Dari HP

Ceritanya saya sedang belajar bisnis kecil-kecilan di internet dan kebetulan menemukan program atau skema yang memungkinkan kita untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari HP kita. Konsepnya sederhana dan mudah dimengerti. Program ini dinamakan Dynasis yang dikembangkan oleh CV Dynasis Golden Infinity.

Konsep Dynasis

Inti dari konsep Dynasis ini adalah bahwa member hanya diminta untuk mengisi pulsa minimal sekali setiap bulan berapapun nominalnya. Tidak ada biaya apapun alias gratis sehingga keikutsertaan dalam progran ini nyaris tanpa resiko. Ini yang membedakan dengan MLM atau Money Game. Kemudian, inti yang kedua adalah bahwa member bisa mendapatkan member lain (member get member). Nah, potensi penghasilan yang besar sebenarnya bersumber dari sini karena dari transaksi yang dilakukan oleh kita dan downline kita sampai kedalaman sepuluh level kita akan mendapat bagian. Ciri-ciri sistem Dynasis ini adalah :

  1. Tidak ada biaya pendaftaran (GRATIS).

  2. Tanpa iuran bulanan maupun target penjualan.

  3. Harga sama dengan harga pasar.

  4. Tidak ada sistem peringkat.

  5. Tidak dibutuhkan keahlian menjual.

  6. Hanya membeli pulsa sebatas kebutuhan sehari-hari.

  7. Tidak ada seminar/pelatihan khusus.

  8. Potensi mendapatkan residual income. 

Untuk lebih lengkapnya mengenai potensi keuntungan yang akan kita dapatkan, silahkan baca di halaman situs sini. 

Legalitas Perusahaan

Dalam situsnya, Dynasis mencantumkan NPWP dalam aspek legalitas perusahaannya. Mungkin ada yang bertanya-tanya betul enggak sih perusahaan ini? Kalau Anda yang di Malang saya rasa bisa membuktikan sendiri dengan mengunjungi kantornya. Kalau saya, karena kerja di DJP, saya cek kebenaran NPWP nya. Ternyata memang benar ada perusahaan ini. Alamatnya pun cocok. Nah, jadi aspek legal perusahaannya jelas, karena kalau sudah memiliki NPWP tentu dia punya akte pendirian perusahaannya.  

Bagaimana Caranya Bergabung?

Untuk bergabung dengan program Dynasis ini kita harus melalui sponsor yang akan mendaftarkan kita. Kalau Anda berminat, silahkan kirim SMS pendaftaran dengan format sebagai berikut :

Reg.No HP.Nama.Nama Bank.No Rekening

Contoh :reg.0812345678.Budi Santoso.BCA.4720090789

Kirimkan ke 08161189405 

Cara Pengisian Pulsa

Cara pengisian pulsa yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :

  1.  Bayar Tunai ke Kantor DYNASIS/tempat yang ditunjuk

  2. Transfer DEPOSIT antar member

  3. Transfer via ATM; m-Banking; Internet Banking 

Web Report

Yang cukup menarik juga dari sistem ini adalah ketika kita menjadi member, kita akan mendapat ID dan PIN di mana ID dan PIN ini bisa kita pakai juga untuk login di member area situs Dynasis. Di member area ini kita bisa memantau downline kita. Kita juga bisa mendapatkan web Dynasis replika yang bisa kita gunakan untuk mempromosikan diri di internet.

Untuk mempelajari lebih lanjut Anda bisa lihat di situs replika saya atau di www.dynasis.wordpress.com.

Apabila Anda ingin langsung mendaftarkan diri silahkan kirimkan SMS dengan format sbb :

Reg.No HP.Nama.Nama Bank.No Rekening

Contoh :reg.0812345678.Budi Santoso.BCA.4720090789

Kirimkan ke 08161189405

FAKTUR PAJAK

Berdasarkan Pasal 1 angka 23 UU PPN, faktur pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) atau bukti pungutan pajak karena impor BKP yang digunakan oleh Direktrat Jenderal Bea dan Cukai. Berdasarkan defnisi tersebut ada dua fihak yang membuat faktur pajak, yaitu Pengusaha Kena Pajak untuk penyerahan dalam negeri BKP atau JKP dan Ditjen Bea Cukai dalam hal impor BKP.

Faktur pajak terdiri dari dua jenis yaitu faktur pajak standar dan faktur pajak sederhana. Ketentuan mengenai faktur pajak standar diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-159/PJ/2006 sedangkan ketentuan mengenai faktur pajak sederhana diatur dalam Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-524/PJ/2000 jo KEP-425/PJ/2001.

Faktur Pajak Standar

Faktur Pajak yang paling sedikit memuat keterangan tentang  :

  1. Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak;
  2. Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak Pembeli Barang Kena Pajak atau Penerima Jasa Kena Pajak;
  3. Jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan harga;
  4. Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut;
  5. Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut;
  6. Kode, Nomor Seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak; dan
  7. Nama, Jabatan, dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak;

Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat :  

  1. pada akhir bulan berikutnya setelah bulan terjadinya penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak dalam hal pembayaran diterima setelah akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak;
  2. pada saat penerimaan pembayaran dalam hal pembayaran terjadi sebelum akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak;
  3. pada saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum     penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak;
  4. pada saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan; atau
  5. pada saat Pengusaha Kena Pajak rekanan menyampaikan tagihan kepada Bendaharawan Pemerintah sebagai Pemungut Pajak Pertambahan Nilai.

Keterlambatan pembuatan faktur pajak standar memiliki konsekuensi dikenakan sanksi administrasi denda 2% dari dasar pengenaan pajak sesuai Pasal 14 ayat (4) UU KUP. Begitu juga PKP yang tidak membuat faktur pajak atas penyerahan BKP atau JKP dikenakan sanksi yang sama.

Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus menerbitkan Faktur Pajak Standar dengan menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sebagaimana ditetapkan pada Lampiran III Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-159/PJ/20006. Kode Faktur Pajak Standar tersebut terdiri dari :

·       2 (dua) digit Kode Transaksi;

·       1 (satu) digit Kode Status; dan

·       3 (tiga) digit Kode Cabang.

Nomor Seri Faktur Pajak Standar terdiri dari :

·        2 (dua) digit Tahun Penerbitan; dan

·        8 (delapan) digit Nomor Urut.

Untuk lebih lengkapnya mengenai faktur pajak standar ini, silahkan lihat Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-159/PJ/2006.

Faktur Pajak Sederhana

 Faktur pajak sederhana dibuat oleh PKP atas penyerahan BKP/JKP kepada konsumen akhir atau kepada pembeli yang nama, alamat, atau NPWP tidak diketahui. Bagi pembeli, PPN yang dibayar dengan menggunakan faktur pajak sederhana tidak dapat dikreditkan.

Syarat minimum faktur pajak sederhana adalah :

1.    Nama, alamat dan NPWP pembuat faktur pajak,

2.   Jenis dan kuantum BKP/JKP

3.    Harga jual/penggantian termsuk PPN atau terpisah

4.    Tanggal pembuatan

Faktur pajak sederhana dibuat pada saat penyerahan atau pada saat pembayaran diterima sebelum terjadi penyerahan. Bentuk faktur bisa berupa bon kontan, faktur penjualan, karcis, kwitansi, segi kas register dan sejenisnya.

Hari-hari Tanpa Internet

Sudah tiga hari ini koneksi internet di kantorku putus. Gak tahu juga sebabnya, wong bisanya cuma make saja. So, saya mohon maaf, banyak koment yang baru saya approve hari ini. Begitu juga komen yang memerlukan jawaban saya belum saya respon. Saya gak tahu pasti kapan internet kantor akan kembali normal.

Sekarang, saya untuk sekedar posting dan memantau blog ini saya harus ke warnet malam-malam. Tapi gak papa juga, nostalgia juga sih. Sudah lebih dari lima tahun saya gak pernah ke warnet. Untuk itu, postingan ini hanya sekedar pemberitahuan saja akan hal itu, semoga pengunjung blog setia ini maklum adanya.

Hati-hati, Banyak Penjahat di Dalam Bis Antar Kota

 Sebagai anggota perkumpulan PJKA (Pulang Jum’at Kembali Ahad), hampir tiap Jum’at saya langsung cabut dari kantor menuju terminal Pulogadung tuk pulang ke Pekalongan. Ya, moda angkutan yang saya pilih adalah bis dengan alasan harganya murah dibandingkan dengan kereta api. Untuk menumpang bis kelas eksekutif Sinar Jaya atau Dewi Sri cukup mengeluarkan uang senilai Rp50.000,- saja. Bandingkan dengan tiket kereta api. Tiket kelas bisnispun sekitar delapan puluh ribuan rupiah. Apalagi kelas eksekutif yang tiketnya di atas Rp150.000,-

Nah, hampir setiap minggu saya biasa menggunakan jasa bis Sinar Jaya atau Dewi Sri eksekutif untuk pulang ke Pekalongan. Saya biasanya naik dari Pulogadung karena di situlah biasanya bis eksekutif Sinar Jaya atau Dewi Sri berangkat.

Walaupun saya sering naik kedua bis ini, saya tidak begitu faham dengan keamanannya. Selama ini saya beranggapan bahwa di kedua bis ini, barang-barang yang kita bawa aman. Dan memang pengalaman selama ini menunjukkan demikian.  Namun ternyata anggapan saya itu salah besar khususnya kalau kita membawa barang-barang elektronik berharga. Harga yang saya bayar atas ketelodaran tersebut sungguh mahal.

Setahun lalu, saya terobsesi untuk memiliki sebuah laptop untuk menunjang pekerjaan dan kegiatan mengajar serta untuk menyalurkan hobi baru saya dalam dunia komputer. Dengan uang pinjaman istri saya di koperasi serta sedikit tabungan, saya memberanikan diri membeli laptop seharga enam jutaan.

Singkat kata, laptop baru tersebut saya bawa pulang ke Pekalongan pada hari Jum’at berikutnya. Jadi umur laptop itu baru beberapa hari saja. Laptop saya masukkan ke dalam tas ransel biasa dengan harapan tidak menjadi perhatian orang. Di bis Dewi Sri, tas saya simpan di tempat penyimpanan barang di bagian atas. Besoknya saya kaget ketika saya ambil tas saya, laptop saya ternyata sudah raib. Saya sungguh kesal dan menyesal sampai berhari-hari. Tapi mau gimana lagi. Tinggallah cicilan hutang yang harus dibayar.

Kejadian kedua terjadi malam sabtu kemarin. Dari Pulogadung saya menumpang Sinar Jaya eksekutif. Seperti biasa tas ransel saya simpan di tempat penyimpanan barang di kabin bis. Saya tidak berani menyimpan barang-barang yang berharga lagi di tas kecuali kamera digital. Saya berani menyimpan kamera dgital saya karena saya yakin barang ini tidak terlalu menarik penjahat. Di samping sudah kuno, juga bukan merek terkenal. Lagian, barang ini sudah saya sering bawa bolak-balik Jakarta-Pekalongan, tapi tak pernah hilang. Jadi kayaknya memang aman. Ternyata anggapan saya salah lagi. Barang ini juga lenyap. Walaupun miungkin harganya gak seberapa, tapi saya merasakan kehilangan barang yang fungsinya cukup vital. Rasanya berat kalau untuk membeli penggantinya lagi.